Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Bijak


Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Data BPS menunjukkan beberapa pos pengeluaran yang dekat dengan kebutuhan keluarga seperti makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan, restoran, serta perlengkapan rumah tangga masih mencatat kenaikan harga pada awal 2025. Melihat hal ini tentu mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga sesuai dengan gaji sangat penting.
Ada banyak cara mengatur keuangan rumah tangga mulai dari mencatat semua pemasukan, memprioritaskan kebutuhan pokok, membuat anggaran bulanan yang realistis, menahan pengeluaran impulsive, tapi sebenarnya bagaimana pengaplikasiannya? Simak di artikel ini!
Mengatur keuangan rumah tangga bukan sekadar menghindari utang, melainkan membangun fondasi kehidupan yang lebih aman. Biaya hidup yang terus meningkat, mulai dari harga bahan pokok, tagihan listrik, hingga pendidikan anak. Membuat keluarga Indonesia kesulitan bertahan.
Tanpa pengelolaan yang baik, risiko stres finansial, masalah rumah tangga, dan bahkan kebangkrutan semakin tinggi. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang bijak membantu kamu memenuhi kebutuhan pokok, membangun tabungan darurat, dan merencanakan masa depan seperti pendidikan anak atau hari tua.
Bagi keluarga dengan gaji rendah hingga menengah, disiplin ini menjadi kunci utama agar uang tidak “numpang lewat” setiap bulan.
Manfaat utama dari manajemen keuangan yang bijak antara lain:
Sebelum masuk ke tips spesifik sesuai besaran gaji, pahami dulu prinsip dasar yang menjadi fondasi cara mengatur keuangan rumah tangga yang sukses.
Langkah pertama adalah mencatat secara akurat berapa penghasilan bersih bulanan dan semua pengeluaran rutin. Catat gaji pokok, tunjangan, serta pemasukan sampingan. Kemudian, identifikasi pengeluaran tetap (seperti sewa rumah, listrik, air) dan pengeluaran variabel (makan di luar, transportasi).
Aturan klasik 50/30/20 membagi penghasilan menjadi:
Untuk gaji rendah di Indonesia, sesuaikan menjadi 60/20/20 atau 70/20/10 agar lebih realistis dengan biaya hidup saat ini.
Buat anggaran bulanan di awal bulan. Gunakan metode sederhana seperti spreadsheet atau aplikasi untuk memantau realisasi anggaran.
Kebutuhan adalah hal yang wajib (makan, tempat tinggal, transportasi), sementara keinginan bersifat opsional (makan di restoran, gadget baru). Selalu prioritaskan kebutuhan terlebih dahulu.
Dengan penghasilan Rp1.000.000 per bulan, pengelolaan harus sangat ketat dan fokus pada survival.
Alokasikan sekitar 70-80% untuk makanan pokok, beras, sayur, minyak, serta tagihan dasar. Pilih menu hemat seperti masak sendiri dan belanja di pasar tradisional.
Hindari makan di luar, langganan streaming, atau pembelian impulsif. Gunakan transportasi umum atau jalan kaki sebanyak mungkin.
Cek kelayakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), atau program bansos lainnya melalui situs Kemensos atau aplikasi Cek Bansos. Bantuan ini bisa meringankan beban kebutuhan pokok.
Pada level ini, ada sedikit ruang untuk fleksibilitas sambil mulai membangun cadangan.
Gunakan sekitar 60% untuk kebutuhan harian, 20% untuk tabungan darurat, dan sisanya untuk keinginan terkontrol serta cicilan jika ada.
Targetkan dana darurat minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan. Mulai dengan menabung Rp100.000–Rp200.000 per bulan di rekening terpisah.
Manfaatkan skill seperti jualan online, freelance, atau usaha sampingan kecil-kecilan untuk menambah pemasukan tanpa mengganggu pekerjaan utama.
Dengan Rp3.000.000, kamu memiliki lebih banyak ruang untuk perencanaan jangka menengah.
Terapkan 50/30/20 dengan nyaman: 50% kebutuhan, 30% keinginan + hiburan keluarga, 20% tabungan dan investasi.
Naikkan porsi tabungan hingga 25-30%. Mulai investasi kecil di reksa dana atau emas digital yang minim risiko.
Alokasikan sebagian untuk dana pendidikan anak agar tidak terbebani di masa depan. Mulai dari Rp100.000–Rp300.000 per bulan tergantung usia anak.
Boros sering menjadi musuh utama keuangan rumah tangga. Berikut cara mengatasinya.
Gunakan catatan harian atau aplikasi untuk mencatat setiap pengeluaran, sekecil apa pun. Ini membantu melihat kebocoran uang.
Buat daftar belanja sebelum ke pasar atau supermarket. Belanja sekali dalam seminggu atau dua minggu untuk menghindari pembelian berulang yang tidak perlu.
Tunggu 24-48 jam sebelum membeli barang non-esensial. Matikan notifikasi promo dari e-commerce jika sering tergoda.
Manfaatkan cashback hanya untuk barang yang memang dibutuhkan, bukan untuk membeli lebih banyak.
Hindari jebakan ini agar tidak kembali ke titik nol.
Tanpa target, tabungan sering terlupakan. Tetapkan target bulanan dan tahunan yang spesifik.
Jangan bandingkan hidup kamu dengan orang lain. Fokus pada kebutuhan keluarga sendiri.
Ini bisa menimbulkan denda dan bunga. Bayar tepat waktu untuk menjaga skor kredit baik.
Untuk hasil yang berkelanjutan, terapkan tips berikut.
Otomatiskan transfer ke rekening tabungan setiap gajian tiba.
Baca buku, ikuti webinar gratis, atau ikuti komunitas keuangan di media sosial.
Diskusikan anggaran bersama pasangan dan anak-anak agar semua merasa bertanggung jawab.
Mengatur keuangan rumah tangga bukan hanya soal bertahan hidup, melainkan membangun kestabilan finansial jangka panjang. Baik kamu sedang mencari cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 1 juta, 2 juta, 3 juta, atau sekadar ingin cara mengelola keuangan rumah tangga agar tidak boros.
Selain memastikan tidak boros, mengatur keuangan juga membantu kita untuk bijak dalam mengelola kebutuhan mendadak dan mencari solusi dana yang mudah dijangkau, seperti penggunaan pinjaman daring legal yang sudah berizin dan diawasi OJK Adapundi.
Pinjaman limit besar yang bisa dicicil bulanan dari Adapundi memungkinkan kamu mendapatkan dana cepat di saat terdesak. Proses pengajuan dengan KTP dan no HP, bunga kompetitif, tenor fleksibel hingga 360 hari. Setelah pengajuan disetujui, dana akan langsung cair ke rekening.
Pinjaman Adapundi, bisa membantu menjembatani kebutuhan tanpa mengganggu arus kas bulanan.
Siap mengambil kendali keuangan rumah tangga kamu sekarang? Download aplikasi Adapundi di Google Play atau App Store untuk solusi pinjaman digital yang aman dan terpercaya.
Gunakan pinjaman dengan bijak, dan bangun masa depan finansial yang lebih stabil bersama keluarga. Mulai rencanakan anggaran bulananmu dan rasakan perbedaannya!
Referensi: