
Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Simak cuplikan wawancara Adapundi di CNBC mengenai tren penggunaan AI dalam industri fintech dan dampaknya bagi layanan keuangan. Baca selengkapnya.
Cara hitung pokok pinjaman adalah proses menghitung jumlah uang pokok yang dipinjam, yang harus dikembalikan secara bertahap tanpa termasuk bunga dan biaya lain. Secara sederhana, pokok pinjaman dibagi rata sesuai tenor (jangka waktu) yang dipilih. Misalnya, pinjam Rp10.000.000 dengan tenor 10 bulan, maka pokok per bulan adalah Rp1.000.000 (belum termasuk bunga).
Di era pinjaman online yang semakin mudah diakses, memahami cara hitung pokok pinjaman menjadi sangat penting agar kamu bisa mengelola keuangan dengan bijak. Banyak orang mencari informasi ini untuk menghindari kesalahpahaman antara pokok pinjaman, bunga, dan total angsuran.
Pahamu secara lengkap apa itu pokok pinjaman, jenis perhitungan yang umum digunakan, serta pentingnya memilih layanan pinjaman online legal yang transparan agar terhindar dari biaya tersembunyi.
Baca juga: Pinjaman Online Cicilan Ringan: Solusi Praktis dengan Pembayaran Lebih Terukur
Pokok pinjaman adalah jumlah dana utama yang kamu terima saat meminjam, sebelum ditambah bunga, biaya administrasi, atau biaya lainnya. Ini merupakan bagian utama yang harus kamu lunasi melalui cicilan.
Dalam istilah keuangan, pokok pinjaman disebut juga principal. Setiap pembayaran angsuran akan mengurangi pokok pinjaman secara bertahap.
Agar tidak bingung, berikut penjelasan singkat perbedaannya:
Pokok Pinjaman: Jumlah uang yang benar-benar dipinjam (contoh: Rp10.000.000).
Bunga: Biaya yang dibebankan sebagai imbalan atas dana yang dipinjamkan.
Angsuran: Jumlah yang harus dibayar setiap bulan, biasanya terdiri dari pokok + bunga.
Tenor: Jangka waktu pinjaman (misalnya 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan).
Memahami keempat komponen ini adalah dasar penting dalam cara hitung pokok pinjaman yang benar.
Mengetahui cara hitung pokok pinjaman memberikan banyak manfaat, antara lain:
Menghindari jebakan biaya tersembunyi yang sering muncul di platform pinjol illegal atau yang tidak transparan.
Membantu membuat perencanaan keuangan yang realistis.
Memungkinkan kamu membandingkan tawaran dari berbagai platform pinjaman online.
Melindungi dari praktik pinjol ilegal yang sering mengaburkan perhitungan.
Di Indonesia, OJK mewajibkan platform pinjaman online legal untuk menampilkan perhitungan secara jelas dan transparan.
Ada beberapa metode perhitungan yang umum digunakan di pinjaman online. Berikut rumus-rumus utama:
Pada sistem bunga flat (yang paling sering digunakan di pinjol):
Pokok per bulan = Pokok Pinjaman Total ÷ Tenor (dalam bulan)
Total angsuran per bulan biasanya = Pokok per bulan + Bunga per bulan.
Misalnya kamu meminjam Rp15.000.000 dengan tenor 12 bulan dan bunga flat.
Pokok per bulan = Rp15.000.000 ÷ 12 = Rp1.250.000
Anda tinggal menambahkan bunga sesuai ketentuan platform untuk mendapatkan total angsuran bulanan.
Pokok pinjaman hanya jumlah dana yang masuk ke rekeningmu. Sedangkan total pembayaran mencakup:
Pokok pinjaman
Total bunga selama tenor
Biaya administrasi dan biaya lainnya (jika ada)
Contoh: Pinjam Rp10.000.000, total yang harus dibayar Rp12.000.000. Artinya Rp2.000.000 adalah bunga + biaya tambahan.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi cara hitung pokok pinjaman adalah:
Jumlah pokok pinjaman yang diajukan
Tenor atau jangka waktu pinjaman
Jenis suku bunga (flat, efektif, atau anuitas)
Biaya tambahan seperti administrasi dan provisi
Kebijakan platform dan regulasi OJK
Semakin transparan platformnya, semakin mudah kamu memprediksi besaran cicilan.
Hitung dulu pendapatan dan pengeluaran bulanan. Pastikan cicilan tidak melebihi 30% dari penghasilanmu.
Tenor pendek membuat pokok per bulan lebih besar tapi total bunga lebih rendah. Pilih yang sesuai dengan cash flow kamu.
Baca dengan teliti detail perjanjian sebelum menandatangani. Pastikan tidak ada biaya yang disembunyikan.
Platform legal biasanya menyediakan kalkulator pinjaman di dalam aplikasinya. Kamu cukup memasukkan jumlah pinjaman dan tenor, lalu sistem akan otomatis menampilkan pokok per bulan, bunga, dan total angsuran.
OJK telah mengatur batas maksimum bunga harian dan mewajibkan transparansi penuh. Pilih platform yang berizin OJK dan tergabung dalam AFPI agar perhitungan pokok pinjaman kamu aman dan jelas.
Memilih platform yang transparan dalam cara hitung pokok pinjaman memberikan rasa aman karena kamu tahu persis berapa yang harus dibayar setiap bulan tanpa kejutan di kemudian hari. Membantu kamu mengambil keputusan finansial yang lebih aman dan terkendali.
Untuk solusi pinjaman daring yang transparan, cepat cair, dan diawasi OJK, Adapundi menjadi pilihan terpercaya dengan perhitungan jelas dan bunga kompetitif.
Siap mengajukan pinjaman dengan perhitungan yang transparan? Download aplikasi Adapundi sekarang melalui Google Play atau App Store. Cek limit pinjaman kamu secara dan ajukan pinjaman hanya dengan KTP dalam hitungan menit.
Refernsi:
https://ojk.go.id/id/kanal/iknb/financial-technology/default.aspx
https://www.bfi.co.id/id/blog/inilah-beda-bunga-efektif-dan-flat-dan-cara-menghitungnya
https://afpi.or.id/articles/detail/anggota-afpi-prinsip-transparansi