
Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Universitas Udayana, Bali, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa dan UMKM terhadap layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Cara hitung pokok pinjaman adalah proses menghitung jumlah uang pokok yang dipinjam, yang harus dikembalikan secara bertahap tanpa termasuk bunga dan biaya lain. Secara sederhana, pokok pinjaman dibagi rata sesuai tenor (jangka waktu) yang dipilih. Misalnya, pinjam Rp10.000.000 dengan tenor 10 bulan, maka pokok per bulan adalah Rp1.000.000 (belum termasuk bunga).
Di era pinjaman digital yang semakin mudah diakses, memahami cara hitung pokok pinjaman menjadi sangat penting agar kamu bisa mengelola keuangan dengan bijak. Banyak orang mencari informasi ini untuk menghindari kesalahpahaman antara pokok pinjaman, bunga, dan total angsuran.
Pahamu secara lengkap apa itu pokok pinjaman, jenis perhitungan yang umum digunakan, serta pentingnya memilih layanan pinjaman daring legal yang transparan agar terhindar dari biaya tersembunyi.
Baca juga: Pinjaman Cicilan Ringan: Solusi Praktis dengan Pembayaran Lebih Terukur
Pokok pinjaman adalah jumlah dana utama yang kamu terima saat meminjam, sebelum ditambah bunga, biaya administrasi, atau biaya lainnya. Ini merupakan bagian utama yang harus kamu lunasi melalui cicilan.
Dalam istilah keuangan, pokok pinjaman disebut juga principal. Setiap pembayaran angsuran akan mengurangi pokok pinjaman secara bertahap.
Agar tidak bingung, berikut penjelasan singkat perbedaannya:
Memahami keempat komponen ini adalah dasar penting dalam cara hitung pokok pinjaman yang benar.
Mengetahui cara hitung pokok pinjaman memberikan banyak manfaat, antara lain:
Di Indonesia, OJK mewajibkan platform pinjaman legal untuk menampilkan perhitungan secara jelas dan transparan.
Ada beberapa metode perhitungan yang umum digunakan di pinjaman online. Berikut rumus-rumus utama:
Pada sistem bunga flat (yang paling sering digunakan di pinjol):
Pokok per bulan = Pokok Pinjaman Total ÷ Tenor (dalam bulan)
Total angsuran per bulan biasanya = Pokok per bulan + Bunga per bulan.
Misalnya kamu meminjam Rp15.000.000 dengan tenor 12 bulan dan bunga flat.
Selain menghitung pokok pinjaman, penting juga memahami cara menghitung bunga pinjaman karena komponen ini memengaruhi total cicilan yang harus dibayarkan.
Setiap lembaga keuangan, baik bank maupun penyedia pinjaman daring, dapat menggunakan jenis suku bunga yang berbeda pada produk pinjaman mereka. Oleh karena itu, memahami metode perhitungan bunga membantu kamu memperkirakan bunga yang harus dibayar selama masa pinjaman.
Baca juga: Contoh Suku Bunga Pinjaman Online: Cara Hitung dan Simulasinya yang Mudah Dipahami
Pada sistem bunga flat, perhitungan bunga dilakukan berdasarkan jumlah pokok pinjaman awal selama seluruh tenor. Rumus sederhananya:
Bunga Pinjaman = Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Periode
Sebagai contoh, jika kamu meminjam uang Rp10 juta dengan bunga 10% per tahun dan tenor 12 bulan, maka perhitungannya:
Rp10 juta x 10% = Rp1 juta bunga per tahun
Karena tenor yang digunakan adalah 10/12 atau 12 bulan, maka total bunga selama satu tahun tetap dihitung dari pokok awal sebesar Rp10 juta. Pada metode ini, bunga yang harus dibayar setiap bulan cenderung tetap sehingga nilai cicilan bulanan lebih mudah diprediksi.
Bunga efektif atau suku bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman yang belum dibayar. Semakin kecil sisa pokok, semakin kecil pula bunga yang dibayar pada periode berikutnya.
Misalnya, kamu mengajukan pinjaman Rp12 juta dengan tenor 12 bulan. Setelah beberapa kali pembayaran, sisa pokok pinjaman menjadi Rp6 juta.
Jika suku bunga efektif yang digunakan sebesar 10% per tahun, maka bunga akan dihitung berdasarkan saldo pokok yang tersisa, yaitu Rp6 juta, bukan lagi Rp12 juta. Karena dihitung berdasarkan sisa pinjaman, metode ini sering menghasilkan total bunga yang lebih rendah dibandingkan bunga flat.
Bunga anuitas merupakan metode yang menggabungkan pembayaran pokok dan bunga dalam jumlah angsuran yang relatif tetap setiap bulan.
Sebagai ilustrasi, jika kamu meminjam dana Rp15 juta dengan tenor 12 bulan, maka pada awal periode porsi bunga pinjaman akan lebih besar dibandingkan pokok. Namun seiring berjalannya waktu, porsi pembayaran pokok meningkat sementara bunga menurun karena dihitung dari sisa pokok pinjaman.
Metode ini banyak digunakan pada kredit jangka panjang seperti KPR karena memberikan nilai angsuran yang lebih stabil selama masa pinjaman.
Bunga mengambang atau floating rate adalah bunga yang nilainya dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan suku bunga acuan.
Sebagai contoh, sebuah produk kredit menawarkan bunga tetap 8% pada tahun pertama, kemudian berubah menjadi floating mengikuti perubahan pasar. Jika suku bunga acuan naik menjadi 10%, maka besaran bunga yang dikenakan kepada nasabah juga dapat meningkat.
Karena itu, jenis bunga ini umumnya ditemukan pada pinjaman jangka panjang seperti KPR yang berlangsung bertahun-tahun dan diterbitkan oleh bank maupun lembaga keuangan lainnya.
Pokok pinjaman hanya jumlah dana yang masuk ke rekeningmu saat meminjam dana. Sementara itu, total pembayaran adalah seluruh kewajiban yang harus dibayarkan hingga pinjaman lunas yang mencakup:
Contoh: Pinjam Rp10.000.000, total yang harus dibayar Rp12.000.000. Artinya Rp2.000.000 adalah bunga + biaya tambahan.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi cara hitung pokok pinjaman adalah:
Semakin transparan platformnya, semakin mudah kamu memprediksi besaran cicilan. Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu mengetahui seluruh komponen biaya yang dikenakan.
Platform pinjaman daring yang transparan biasanya menyediakan simulasi pinjaman sehingga kamu dapat melihat estimasi cicilan, bunga pinjaman, dan total pembayaran sejak awal. Di Adapundi, informasi pinjaman ditampilkan secara jelas agar kamu dapat menyesuaikan pinjaman dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Hitung dulu pendapatan dan pengeluaran bulanan. Pastikan cicilan tidak melebihi 30% dari penghasilanmu.
Tenor pendek membuat pokok per bulan lebih besar tapi total bunga lebih rendah. Pilih yang sesuai dengan cash flow kamu.
Baca dengan teliti detail perjanjian sebelum menandatangani. Pastikan tidak ada biaya yang disembunyikan.
Baca juga: Risiko Kredit: Apa Itu, Jenis-Jenisnya, dan Strategi Mengelola dengan Bijak
Platform legal biasanya menyediakan kalkulator pinjaman di dalam aplikasinya. Kamu cukup memasukkan jumlah pinjaman dan tenor, lalu sistem akan otomatis menampilkan pokok per bulan, bunga, dan total angsuran.
OJK telah mengatur batas maksimum bunga harian dan mewajibkan transparansi penuh. Pilih platform yang berizin dan diawasi OJK dan tergabung dalam AFPI agar perhitungan pokok pinjaman kamu aman dan jelas.
Memilih platform yang transparan dalam cara hitung pokok pinjaman memberikan rasa aman karena kamu tahu persis berapa yang harus dibayar setiap bulan tanpa kejutan di kemudian hari. Membantu kamu mengambil keputusan finansial yang lebih aman dan terkendali.
Untuk solusi pinjaman daring yang transparan, cepat cair, dan diawasi OJK, Adapundi menjadi pilihan terpercaya dengan perhitungan jelas dan bunga kompetitif.
Siap mengajukan pinjaman dengan perhitungan yang transparan? Download aplikasi Adapundi sekarang melalui Google Play atau App Store. Cek limit pinjaman kamu secara dan ajukan pinjaman hanya dengan KTP dalam hitungan menit.
Refernsi:
https://ojk.go.id/id/kanal/iknb/financial-technology/default.aspx
https://www.bfi.co.id/id/blog/inilah-beda-bunga-efektif-dan-flat-dan-cara-menghitungnya
https://afpi.or.id/articles/detail/anggota-afpi-prinsip-transparansi