Skala Prioritas Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

Oleh Putri Soraya · 20 Oktober 2026 · 12 mnt baca

Dapatkan ringkasan:
Bagikan:
Skala Prioritas Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, mulai dari kebutuhan sehari-hari, tagihan bulanan, hingga keinginan membeli barang tertentu. Namun, ketika uang yang tersedia terbatas, tentu tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi sekaligus.

Karena itu, penting untuk mengetahui pengeluaran mana yang harus didahulukan dan mana yang masih bisa ditunda. Salah satu caranya adalah dengan membuat skala prioritas keuangan.

Dengan menyusun skala prioritas, kamu bisa mengatur pengeluaran berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya. Lantas, bagaimana cara menentukan skala prioritas yang tepat? Simak pengertian, manfaat, contoh, dan cara membuatnya berikut ini.

Apa Itu Skala Prioritas dalam Ekonomi dan Keuangan?

Skala prioritas adalah urutan kebutuhan yang disusun berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya, dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Tujuannya untuk menentukan kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan mana yang masih bisa ditunda.

Dalam ilmu ekonomi, skala prioritas digunakan untuk membantu seseorang membuat pilihan ketika sumber daya, seperti uang, waktu, dan tenaga, jumlahnya terbatas.

Sementara itu, dalam pengelolaan keuangan pribadi, skala prioritas membantu menentukan penggunaan penghasilan agar kebutuhan utama tetap terpenuhi tanpa mengabaikan kewajiban maupun tujuan keuangan lainnya.

Sebagai contoh, kamu memiliki uang Rp500 ribu dan harus memilih antara membeli kebutuhan makanan selama seminggu atau sepatu baru. Jika sepatu lama masih layak digunakan, tentu kebutuhan makanan perlu didahulukan.

Dari contoh tersebut, dapat dipahami bahwa menyusun skala prioritas bukan berarti menghilangkan seluruh keinginan, melainkan menentukan kapan suatu kebutuhan sebaiknya dipenuhi sesuai kondisi keuangan.

Baca juga: Skala Prioritas: Dana Darurat atau Asuransi Dulu?

Mengapa Kita Perlu Menyusun Skala Prioritas Kebutuhan?

Menyusun skala prioritas penting karena kebutuhan manusia terus berkembang, sedangkan uang dan sumber daya yang dimiliki terbatas. Tanpa urutan kebutuhan yang jelas, seseorang lebih mudah menggunakan uang untuk hal yang kurang penting dan akhirnya kesulitan memenuhi kebutuhan utama.

Berikut beberapa manfaat penerapan skala prioritas dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menghindari Pemborosan

Salah satu alasan pentingnya menyusun skala prioritas adalah membantu mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan.

Misalnya, ketika melihat promo barang elektronik, kamu bisa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya menarik karena sedang diskon.

Dengan begitu, keputusan membeli tidak hanya didasarkan pada keinginan sesaat.

2. Membantu Mengelola Pengeluaran

Skala prioritas memudahkan kamu menentukan alokasi uang untuk kebutuhan pokok, tagihan, tabungan, hingga pengeluaran pribadi.

Pengeluaran pun menjadi lebih terencana karena kebutuhan utama sudah diperhitungkan sejak awal.

3. Mempermudah Pengambilan Keputusan Ekonomi

Tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi dalam waktu bersamaan. Terkadang, seseorang harus memilih satu kebutuhan dan menunda kebutuhan lainnya.

Dengan memiliki daftar prioritas, kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan tingkat kepentingan, manfaat, serta konsekuensi dari setiap pilihan.

4. Membantu Mencapai Tujuan Keuangan

Skala prioritas juga bermanfaat untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, seperti dana darurat, pendidikan, membeli rumah, atau modal usaha.

Ketika pengeluaran sehari-hari lebih terkontrol, kamu memiliki kesempatan untuk mengalokasikan sebagian penghasilan secara konsisten bagi tujuan tersebut.

Skala Prioritas Disusun Berdasarkan Apa?

Skala prioritas disusun berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensi kebutuhan, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan serta manfaat yang diperoleh.

Dalam menentukan urutan kebutuhan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Tingkat kepentingan. Pertimbangkan apakah kebutuhan tersebut berkaitan dengan kebutuhan dasar, pekerjaan, kesehatan, atau kewajiban yang harus dipenuhi.
  2. Tingkat urgensi. Tentukan apakah kebutuhan harus segera dipenuhi atau masih bisa direncanakan untuk waktu berikutnya.
  3. Kemampuan keuangan. Sesuaikan pengeluaran dengan penghasilan, tabungan, dan kewajiban yang sudah berjalan.
  4. Manfaat yang diperoleh. Pertimbangkan seberapa besar manfaat suatu kebutuhan bagi kehidupan sehari-hari maupun tujuan masa depan.
  5. Konsekuensi jika ditunda. Perhatikan apakah menunda pengeluaran dapat menimbulkan masalah, biaya tambahan, atau mengganggu aktivitas penting.

Sebagai contoh, membayar tagihan listrik yang hampir jatuh tempo perlu didahulukan dibandingkan membeli pakaian baru yang belum dibutuhkan.

Namun, urutan tersebut dapat berubah sesuai kondisi masing-masing. Bagi seseorang yang membutuhkan pakaian khusus untuk mulai bekerja, pembelian pakaian bisa menjadi kebutuhan yang lebih penting.

Karena itu, skala prioritas sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi nyata, bukan hanya mengikuti kebiasaan pengeluaran orang lain.

Contoh Skala Prioritas Kebutuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh skala prioritas berdasarkan tingkat kepentingan kebutuhan dan pengeluaran.

Tingkat Prioritas Contoh Kebutuhan Tindakan
Sangat penting Makanan pokok, tempat tinggal, pengobatan mendesak, tagihan wajib yang jatuh tempo Dahulukan
Penting dan dapat direncanakan Biaya pendidikan, transportasi kerja, dana darurat, perawatan kendaraan Anggarkan
Bisa ditunda Liburan, mengganti perabot yang masih layak, membeli pakaian tambahan Jadwalkan kembali
Keinginan tambahan Upgrade gadget tanpa kebutuhan, barang koleksi, belanja impulsif Batasi atau tunda

Tabel tersebut merupakan contoh sederhana, bukan aturan mutlak yang berlaku untuk semua orang.

Misalnya, membeli laptop baru bisa menjadi pengeluaran yang dapat ditunda bagi seseorang yang hanya menggunakannya untuk hiburan. Namun, bagi pekerja yang membutuhkan laptop untuk mencari penghasilan, kebutuhan tersebut dapat menjadi prioritas utama.

Inilah mengapa penyusunan skala prioritas perlu mempertimbangkan kondisi dan manfaat setiap pengeluaran.

Cara Menentukan Skala Prioritas dengan Matriks Penting dan Mendesak

Selain membuat daftar kebutuhan, kamu juga bisa menggunakan matriks skala prioritas untuk menentukan pengeluaran yang perlu didahulukan.

Matriks ini mengadaptasi konsep penting dan mendesak ke dalam pengelolaan keuangan. Kebutuhan dikelompokkan berdasarkan seberapa penting manfaatnya dan seberapa cepat kebutuhan tersebut harus dipenuhi.

skala-prioritas-keuangan

Infografik menampilkan empat kategori kebutuhan: penting dan mendesak, penting tetapi tidak mendesak, tidak penting tetapi mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak.

1. Penting dan Mendesak: Segera Penuhi

Kategori pertama mencakup kebutuhan yang harus segera dipenuhi karena berhubungan dengan kebutuhan utama atau memiliki konsekuensi besar jika ditunda.

Contohnya:

  • Membeli makanan pokok ketika persediaan habis.
  • Membayar biaya pengobatan yang mendesak.
  • Membayar tagihan wajib yang sudah mendekati jatuh tempo.

Pengeluaran tersebut perlu mendapat perhatian utama karena penundaannya dapat mengganggu kebutuhan sehari-hari atau menimbulkan masalah tambahan.

2. Penting tetapi Tidak Mendesak: Rencanakan

Tidak semua kebutuhan penting harus dipenuhi saat itu juga. Beberapa kebutuhan justru memerlukan perencanaan agar dana dapat disiapkan secara bertahap.

Contohnya:

  • Menabung untuk dana darurat.
  • Mempersiapkan biaya pendidikan.
  • Menyisihkan uang untuk perawatan kendaraan.
  • Menabung untuk kebutuhan rumah di masa depan.

Meskipun belum mendesak, kebutuhan ini tetap perlu dimasukkan ke dalam anggaran agar tidak terabaikan.

3. Tidak Penting tetapi Mendesak: Pertimbangkan Kembali

Kategori ini biasanya berkaitan dengan pengeluaran yang terasa mendesak karena adanya batas waktu, padahal sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Contohnya adalah promo barang yang hanya berlaku hari ini atau penawaran diskon terbatas untuk produk yang tidak sedang kamu perlukan.

Sebelum memutuskan membeli, pertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar memberikan manfaat atau hanya menciptakan dorongan untuk segera berbelanja.

4. Tidak Penting dan Tidak Mendesak: Tunda atau Batasi

Pengeluaran pada kategori ini umumnya bersifat tambahan dan dapat ditunda tanpa mengganggu kebutuhan utama.

Contohnya:

  • Mengganti HP yang masih berfungsi dengan baik.
  • Membeli barang koleksi tambahan.
  • Berbelanja hanya karena mengikuti tren.
  • Membeli aksesori yang tidak terlalu dibutuhkan.

Pengeluaran tersebut tidak harus dihilangkan sepenuhnya. Namun, sebaiknya dilakukan setelah kebutuhan utama, kewajiban pembayaran, dan tujuan keuangan yang lebih penting sudah diperhitungkan.

Melalui matriks ini, kamu bisa memahami bahwa kebutuhan yang terasa mendesak belum tentu penting. Sebaliknya, kebutuhan penting seperti dana darurat tetap perlu direncanakan meskipun belum dibutuhkan saat ini.

Jenis Kebutuhan dalam Skala Prioritas Ekonomi

Dalam ilmu ekonomi, kebutuhan manusia umumnya dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Pembagian ini membantu mengenali fungsi suatu kebutuhan sebelum menentukan prioritas pengeluarannya.

1. Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Contohnya meliputi:

  • Makanan dan minuman.
  • Tempat tinggal yang layak.
  • Pakaian yang diperlukan.
  • Kebutuhan kesehatan.

Kebutuhan primer umumnya menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup dan kesejahteraan seseorang.

2. Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang membantu menunjang aktivitas dan meningkatkan kenyamanan hidup setelah kebutuhan dasar terpenuhi.

Contohnya:

  • Perabot rumah tangga.
  • Perangkat elektronik untuk menunjang aktivitas.
  • Kendaraan atau perlengkapan transportasi.
  • Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan.

Meski termasuk kebutuhan sekunder, tingkat prioritasnya dapat berubah sesuai keadaan. Perangkat elektronik yang diperlukan untuk bekerja, misalnya, bisa menjadi kebutuhan penting bagi seseorang.

3. Kebutuhan Tersier

Kebutuhan tersier biasanya bersifat pelengkap dan berkaitan dengan kenyamanan tambahan, gaya hidup, atau barang mewah.

Beberapa contohnya:

  • Barang bermerek dengan harga tinggi.
  • Liburan mewah.
  • Kendaraan premium.
  • Koleksi barang hobi yang mahal.

Memenuhi kebutuhan tersier bukanlah sesuatu yang salah. Namun, pengeluarannya sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan agar tidak mengganggu kebutuhan utama maupun kewajiban pembayaran.

Baca juga: Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan dalam Perencanaan Keuangan agar Lebih Terkontrol

Cara Membuat Skala Prioritas Keuangan

Setelah memahami pengertian dan contoh skala prioritas, langkah berikutnya adalah menerapkannya dalam pengelolaan uang sehari-hari.

Berikut cara membuat skala prioritas keuangan yang bisa kamu lakukan.

1. Catat Penghasilan dan Seluruh Pengeluaran

Mulailah dengan menghitung jumlah penghasilan yang diterima setiap bulan.

Setelah itu, catat seluruh pengeluaran, mulai dari kebutuhan pokok, tagihan rutin, cicilan, transportasi, hingga hiburan.

Pencatatan ini membantu kamu mengetahui berapa banyak uang yang tersedia serta pengeluaran mana yang paling besar.

2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Setelah memiliki daftar pengeluaran, kelompokkan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang termasuk keinginan.

Misalnya, biaya transportasi untuk bekerja merupakan kebutuhan penting. Sebaliknya, membeli sepatu tambahan ketika sepatu lama masih layak digunakan dapat menjadi pengeluaran yang bisa ditunda.

Dengan membedakan keduanya, kamu bisa lebih mudah menentukan urutan pengeluaran.

3. Tentukan Tingkat Kepentingan dan Urgensinya

Gunakan matriks skala prioritas untuk menilai setiap pengeluaran berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya.

Kebutuhan yang penting dan mendesak perlu mendapat perhatian terlebih dahulu. Sementara itu, kebutuhan penting yang belum mendesak dapat disiapkan melalui tabungan atau anggaran khusus.

Untuk pengeluaran yang tidak terlalu penting, pertimbangkan apakah pembeliannya benar-benar diperlukan saat ini.

4. Sesuaikan dengan Kemampuan Keuangan

Setelah menyusun daftar prioritas, bandingkan total kebutuhan dengan penghasilan yang tersedia.

Jika pengeluaran melebihi anggaran, cari kebutuhan yang masih bisa dikurangi atau ditunda.

Pastikan pula kewajiban pembayaran, termasuk cicilan yang sudah berjalan, tetap diperhitungkan berdasarkan jumlah dan tanggal jatuh temponya.

5. Evaluasi Skala Prioritas Secara Berkala

Skala prioritas bukan daftar yang harus selalu sama setiap bulan.

Perubahan penghasilan, tanggungan keluarga, kondisi kesehatan, atau kebutuhan pekerjaan dapat memengaruhi urutan pengeluaran.

Karena itu, evaluasi skala prioritas secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangan saat ini.

Pengajuan Pinjaman Adapundi

Contoh Tabel Skala Prioritas Keuangan dengan Gaji Rp5 Juta

Untuk melihat penerapannya secara lebih nyata, berikut simulasi pembagian anggaran bulanan bagi seseorang yang memiliki penghasilan Rp5 juta.

Dalam contoh ini, anggaran dibagi untuk kebutuhan pokok, tabungan, kewajiban cicilan, dan pengeluaran pribadi.

Kategori Pengeluaran Persentase Anggaran
Kebutuhan pokok dan tagihan 60% Rp3.000.000
Tabungan dan dana darurat 15% Rp750.000
Cicilan yang sudah berjalan 15% Rp750.000
Hiburan dan kebutuhan pribadi 10% Rp500.000
Total 100% Rp5.000.000

Dari contoh tersebut, sebagian besar penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan pokok dan tagihan. Dana tabungan serta dana darurat juga tetap mendapat alokasi agar kebutuhan masa depan tidak terabaikan.

Sementara itu, cicilan yang sudah berjalan diperhitungkan sebagai kewajiban yang perlu dibayar sesuai jadwal.

Jika kamu tidak memiliki cicilan, anggaran tersebut dapat dialokasikan kembali untuk kebutuhan lain atau menambah tabungan.

Namun, apabila biaya hidup atau kewajiban bulanan lebih besar, persentasenya perlu disesuaikan. Jangan memaksakan alokasi hiburan atau tabungan hingga mengabaikan kebutuhan pokok maupun pembayaran yang sudah jatuh tempo.

Perlu diingat, tabel ini hanya simulasi dan bukan aturan baku pembagian gaji. Besarnya anggaran perlu disesuaikan dengan penghasilan, jumlah tanggungan, biaya hidup, dan kondisi keuangan masing-masing.

Faktor yang Memengaruhi Skala Prioritas Kebutuhan

Skala prioritas setiap orang tidak selalu sama. Hal ini karena kebutuhan dan kemampuan keuangan seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Beberapa faktor yang memengaruhi penyusunannya antara lain:

1. Kondisi pendapatan. Besarnya penghasilan menentukan jumlah dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tujuan keuangan lainnya.

2. Jumlah tanggungan keluarga. Seseorang yang memiliki anak atau anggota keluarga yang perlu ditanggung mungkin perlu mengalokasikan lebih banyak dana untuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga.

3. Kondisi darurat. Kebutuhan pengobatan, kehilangan pekerjaan, atau kerusakan barang penting dapat mengubah urutan prioritas yang telah dibuat.

4. Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Transportasi, perangkat kerja, atau akses internet dapat memiliki tingkat kepentingan berbeda tergantung aktivitas seseorang.

5. Tujuan keuangan. Rencana membeli rumah, melanjutkan pendidikan, atau mengembangkan usaha juga dapat memengaruhi alokasi penghasilan.

Karena itu, penting untuk menyusun skala prioritas berdasarkan kebutuhan sendiri dan melakukan penyesuaian ketika kondisi berubah.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyusun Skala Prioritas

Meski sudah memiliki daftar kebutuhan, pengelolaan keuangan bisa tetap kurang efektif jika prioritas tidak diterapkan dengan tepat.

Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari.

  • Mendahulukan keinginan daripada kebutuhan. Terlalu sering membeli barang yang tidak mendesak dapat mengurangi anggaran untuk kebutuhan utama.
  • Tidak mencatat pengeluaran. Tanpa pencatatan, kamu akan lebih sulit mengetahui kebutuhan mana yang paling banyak menghabiskan uang.
  • Mengabaikan kewajiban cicilan. Tagihan atau cicilan yang tidak diperhitungkan dapat menimbulkan kendala ketika mendekati jatuh tempo.
  • Tidak mempersiapkan dana darurat. Pengeluaran mendadak berpotensi mengganggu anggaran apabila tidak ada dana cadangan.
  • Mengikuti gaya hidup orang lain. Kondisi keuangan setiap orang berbeda, sehingga pengeluaran perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
  • Tidak mengevaluasi anggaran. Daftar prioritas perlu diperbarui ketika penghasilan, kebutuhan, atau tanggungan berubah.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, skala prioritas bisa menjadi panduan yang lebih realistis dalam mengelola uang.

Kelola Kebutuhan Keuangan Secara Lebih Terencana Bersama Adapundi

Menyusun skala prioritas membantu kamu menentukan kebutuhan yang perlu didahulukan, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan penggunaan uang untuk masa depan.

Namun, dalam kondisi tertentu, kebutuhan penting dapat muncul ketika dana yang tersedia belum mencukupi. Sebelum mencari tambahan pendanaan, sebaiknya evaluasi terlebih dahulu tingkat urgensi kebutuhan, kondisi keuangan, dan kemampuan membayar.

Jika sedang mempertimbangkan pinjaman daring, kamu dapat mempelajari layanan pinjaman daring tanpa jaminan Adapundi yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

AdapundI menyediakan pinjaman daring dengan pengajuan mudah cukup KTP dan nomer HP, pilihan tenor 3–12 bulan dan limit hingga Rp100 juta, sesuai ketentuan serta hasil penilaian pengajuan.

Download aplikasi Adapundi di PlayStore dan AppStore sekarang untuk cek limit!

Sebelum mengajukan, pastikan kamu memahami bunga, biaya, tenor, jumlah cicilan, dan total kewajiban pembayaran. Pertimbangkan pula apakah kebutuhan tersebut memang perlu dipenuhi sekarang atau masih bisa direncanakan melalui tabungan.

Dengan skala prioritas yang jelas, kamu dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak dan sesuai kemampuan.

Pertanyaan Seputar Skala Prioritas Keuangan

1. Skala Prioritas Disusun Berdasarkan Apa?

Skala prioritas disusun berdasarkan tingkat kepentingan, urgensi, kemampuan keuangan, manfaat yang diperoleh, serta konsekuensi apabila suatu kebutuhan ditunda.

2. Mengapa Kita Harus Menyusun Skala Prioritas Saat Melakukan Tindakan Ekonomi?

Karena sumber daya yang dimiliki terbatas, sedangkan kebutuhan manusia beragam. Menyusun skala prioritas membantu menentukan pilihan, menghindari pemborosan, dan menggunakan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan yang paling penting terlebih dahulu.

3. Apa Saja Contoh Skala Prioritas dalam Kehidupan Sehari-hari?

Contohnya adalah mendahulukan kebutuhan makanan, tempat tinggal, biaya kesehatan, transportasi kerja, dan tagihan wajib sebelum mengalokasikan uang untuk hiburan, liburan, atau membeli barang tambahan.

4. Bagaimana Cara Menentukan Kebutuhan yang Harus Dipenuhi Ketika Uang Terbatas?

Mulailah dengan mencatat seluruh kebutuhan, kemudian urutkan berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensi. Dahulukan kebutuhan dasar serta kewajiban yang harus segera dibayar, lalu tunda pengeluaran yang belum mendesak.

5. Apakah Dana Darurat Termasuk Skala Prioritas Keuangan?

Ya. Dana darurat termasuk kebutuhan penting yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga, seperti biaya pengobatan atau kehilangan sumber penghasilan. Dana ini dapat disisihkan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan.

6. Apa Saja Empat Kuadran dalam Matriks Skala Prioritas?

Empat kuadrannya adalah penting dan mendesak, penting tetapi tidak mendesak, tidak penting tetapi mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak. Matriks ini membantu menentukan kebutuhan yang perlu segera dipenuhi, direncanakan, dievaluasi, atau ditunda.

Referensi

Ruangguru – Skala Prioritas: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menentukannya

Kompas.com – Skala Prioritas Kebutuhan: Pengertian, Manfaat, dan Faktor yang Memengaruhinya

detikEdu – Skala Prioritas: Faktor, Manfaat, dan Cara Menentukannya

Bank Sinarmas – Skala Prioritas Keuangan