
Pada dasarnya, cara pinjam secara online dimulai dengan memilih penyelenggara berizin dan diawasi OJK, menyiapkan data yang diperlukan, mengisi pengajuan, mengikuti proses verifikasi, dan memeriksa rincian pendanaan sebelum memberikan persetujuan.
Namun, kamu juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa joki dengan janji pinjaman pasti disetujui atau pencairan instan. Pengajuan sebaiknya dilakukan melalui aplikasi dan kanal resmi penyelenggara.
Berikut langkah dan hal penting yang perlu dipahami sebelum mengajukan pinjaman daring untuk pertama kali.
Bagaimana Cara Pinjam Daring untuk Pemula?
Cara pinjam uang di aplikasi online untuk pemula dapat dilakukan melalui aplikasi penyelenggara yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meskipun proses setiap layanan dapat berbeda, umumnya terdapat lima langkah yang perlu kamu pahami.
1. Pilih Penyelenggara yang Berizin OJK
Sebelum mengajukan, pastikan penyelenggara pinjaman daring yang kamu pilih memiliki izin dari OJK.
Jangan hanya mengandalkan logo OJK yang tertera pada iklan atau aplikasi. Kamu dapat mencocokkan nama perusahaan melalui informasi resmi OJK atau menghubungi Kontak OJK 157.
Status perizinan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperiksa. Namun, kamu tetap perlu memahami biaya, persyaratan, dan risiko pendanaan sebelum mengambil keputusan.
2. Siapkan Data yang Diperlukan
Setelah menentukan penyelenggara, baca persyaratan pengajuan yang berlaku.
Umumnya, layanan pinjaman daring meminta beberapa informasi berikut:
- KTP untuk verifikasi identitas.
- Nomor HP yang aktif.
- Informasi pekerjaan atau penghasilan.
- Rekening bank sesuai ketentuan penyelenggara.
Sebagai contoh, Adapundi menetapkan persyaratan usia 18–65 tahun, penghasilan minimal Rp3 juta per bulan, nomor HP aktif, serta rekening bank atas nama pribadi.
Persyaratan setiap layanan dapat berbeda. Karena itu, pastikan seluruh informasi yang kamu berikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
3. Isi Pengajuan dan Ikuti Proses Verifikasi
Setelah data siap, kamu dapat melakukan pengajuan melalui aplikasi resmi penyelenggara.
Isi informasi identitas, pekerjaan, penghasilan, dan data lain yang diminta sesuai petunjuk aplikasi. Jika terdapat proses verifikasi wajah, ikuti instruksi yang tersedia.
Tahapan ini membantu penyelenggara melakukan pemeriksaan identitas dan penilaian kelayakan.
Hindari menggunakan jasa pihak ketiga yang mengaku bisa melewati proses verifikasi atau menjamin persetujuan pinjaman.
4. Periksa Rincian Penawaran Pinjaman
Jika kamu menerima penawaran pendanaan, jangan langsung memberikan persetujuan tanpa membaca rinciannya.
Perhatikan beberapa informasi penting berikut:
| Informasi | Hal yang Perlu Diperiksa |
|---|---|
| Pokok pendanaan | Jumlah pinjaman yang menjadi dasar kewajiban |
| Limit | Fasilitas yang tersedia berdasarkan hasil penilaian |
| Tenor | Jangka waktu pembayaran |
| Bunga | Suku bunga sesuai ketentuan penawaran |
| Biaya | Biaya tambahan yang berlaku |
| Dana bersih | Jumlah uang yang akan diterima |
| Cicilan | Jumlah pembayaran sesuai jadwal |
| Total pembayaran | Seluruh kewajiban hingga pinjaman lunas |
Perlu diketahui, jumlah pokok pendanaan tidak selalu sama dengan dana bersih yang diterima apabila terdapat biaya yang dipotong saat pencairan.
Karena itu, pastikan kamu memahami jumlah dana yang akan masuk ke rekening serta kewajiban yang perlu dibayar.
5. Berikan Persetujuan Sesuai Kemampuan Membayar
Sebelum menyetujui penawaran, periksa kembali jumlah cicilan dan tanggal jatuh tempo.
Pertimbangkan apakah angsuran tersebut masih sesuai dengan penghasilan setelah memperhitungkan kebutuhan sehari-hari dan kewajiban lain yang sudah berjalan.
Jika kamu memutuskan untuk melanjutkan, ikuti proses persetujuan sesuai ketentuan aplikasi.
Pengajuan yang sudah dilengkapi dengan benar tetap melalui proses penilaian kelayakan. Karena itu, persetujuan dan pencairan dana tidak dapat dijamin untuk setiap pemohon.
Baca Juga: Cara Mengajukan Pinjaman di Aplikasi Adapundi
Apa yang Perlu Dipahami Sebelum Mengambil Pinjaman Pertama?
Sebelum pinjam uang untuk pertama kali, kamu perlu memahami beberapa istilah yang sering muncul di aplikasi.
| Istilah | Artinya |
|---|---|
| Limit pinjaman | Batas jumlah uang yang dapat ditawarkan aplikasi |
| Jumlah pinjaman | Besarnya uang yang kamu pinjam |
| Bunga | Biaya bunga yang harus dibayar sesuai ketentuan pinjaman |
| Tenor | Lama waktu untuk membayar pinjaman |
| Cicilan | Jumlah uang yang perlu dibayar sesuai jadwal |
| Dana bersih | Uang yang masuk ke rekening setelah potongan biaya, jika ada |
| Total pembayaran | Seluruh uang yang harus dikembalikan sampai lunas |
Misalnya, kamu mendapat limit Rp10 juta. Itu bukan berarti kamu harus meminjam Rp10 juta sekaligus.
Begitu juga ketika aplikasi menawarkan cicilan yang terlihat kecil. Kamu tetap perlu melihat berapa lama cicilan berlangsung dan berapa total uang yang harus dikembalikan.
Dengan memahami istilah tersebut, kamu bisa membaca penawaran pinjaman tanpa harus menebak-nebak maksud setiap angka.
Bagaimana Cara Menentukan Jumlah Pinjaman untuk Pertama Kali?
Kalau baru pertama kali ingin meminjam uang lewat aplikasi, mungkin kamu bingung harus mengajukan berapa. Apakah lebih baik pinjam sedikit dulu atau mengambil seluruh limit yang tersedia?
Sebenarnya, tidak ada jumlah pinjaman pertama yang paling tepat untuk semua orang. Jumlah yang sebaiknya kamu ajukan bergantung pada kebutuhan dan kemampuan membayar.
Supaya lebih mudah, coba lakukan beberapa langkah berikut.
1. Hitung Berapa Uang yang Kamu Butuhkan
Sebelum mengajukan pinjaman, tulis dulu kebutuhan yang ingin kamu bayar.
Misalnya, mesin cuci di rumah rusak dan kamu perlu memperbaikinya.
| Kebutuhan | Biaya |
|---|---|
| Perbaikan mesin cuci | Rp750.000 |
| Penggantian komponen | Rp350.000 |
| Biaya teknisi | Rp150.000 |
| Total | Rp1.250.000 |
Dari contoh tersebut, kamu membutuhkan Rp1.250.000.
Jadi, kamu tidak perlu langsung mencari pinjaman Rp3 juta atau Rp5 juta jika kebutuhanmu hanya sebesar itu.
2. Kurangi dengan Uang yang Sudah Kamu Punya
Setelah tahu jumlah yang dibutuhkan, cek apakah kamu sudah memiliki sebagian uangnya.
Misalnya:
- Total kebutuhan: Rp1.250.000
- Uang yang bisa digunakan: Rp450.000
- Uang yang masih kurang: Rp800.000
Artinya, kebutuhan dana tambahanmu sekitar Rp800.000.
Namun, jangan sampai kamu menggunakan uang untuk makan, membayar listrik, atau kebutuhan penting lainnya hanya supaya jumlah pinjaman menjadi lebih kecil.
3. Cek Apakah Kamu Mampu Membayar Cicilannya
Sebelum meminjam, jangan hanya bertanya, "Berapa uang yang bisa saya dapatkan?"
Coba tanyakan juga, "Kalau pinjam uang sebanyak ini, apakah saya sanggup membayar cicilannya?"
Caranya, hitung penghasilan setiap bulan, lalu kurangi dengan pengeluaran rutin seperti makan, transportasi, listrik, dan cicilan yang sudah ada.
Misalnya, setelah membayar kebutuhan rutin, kamu masih memiliki sisa Rp500.000.
Bukan berarti seluruh Rp500.000 tersebut harus digunakan untuk membayar cicilan. Kamu tetap perlu menyisihkan uang untuk pengeluaran mendadak.
Kalau cicilan yang ditawarkan terlalu besar, pertimbangkan kembali jumlah pinjaman atau rencana pengajuannya.
4. Periksa Berapa Uang yang Masuk ke Rekening
Ada satu hal yang sering terlewat: jumlah pinjaman yang disetujui belum tentu sama dengan uang yang diterima.
Pada beberapa produk pinjaman, ada biaya yang dipotong sebelum uang dikirim ke rekening.
Misalnya, seperti contoh simulasi berikut:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah pokok pinjaman | Rp1.100.000 |
| Biaya pencairan instan | Rp100.000 |
| Uang yang diterima | Rp1.000.000 |
Contoh tersebut menunjukkan bahwa kamu perlu memeriksa uang yang benar-benar diterima, bukan hanya jumlah pinjaman yang tertulis.
Sebelum menyetujui penawaran, lihat juga bunga, biaya lain yang berlaku, dan total uang yang harus dikembalikan.
5. Jangan Mengambil Seluruh Limit Hanya karena Tersedia
Misalnya, aplikasi menawarkan limit Rp10 juta, tetapi kamu hanya membutuhkan Rp2 juta.
Kamu tidak harus menggunakan seluruh limit tersebut.
Semakin besar jumlah uang yang dipinjam, semakin besar pula pokok pinjaman yang harus dikembalikan, ditambah bunga dan biaya sesuai ketentuan produk.
Jadi, pilih jumlah pinjaman berdasarkan kebutuhan. Jangan meminjam lebih banyak hanya karena aplikasinya menawarkan limit besar.
Apa yang Harus Diperiksa Sebelum Menyetujui Pinjaman?
Sebelum menekan tombol setuju, pastikan kamu sudah membaca rincian pinjaman yang ditawarkan aplikasi.
Ada lima hal penting yang perlu diperiksa:
- Uang yang diterima. Pastikan jumlah yang masuk ke rekening cukup untuk kebutuhanmu.
- Bunga dan biaya. Ketahui biaya apa saja yang perlu dibayar.
- Jumlah cicilan. Pastikan angsurannya masih sesuai dengan uang yang kamu miliki setiap bulan.
- Tanggal jatuh tempo. Catat kapan kamu harus melakukan pembayaran.
- Total uang yang harus dikembalikan. Jangan hanya melihat jumlah cicilan per bulan.
Selain itu, baca juga ketentuan jika kamu terlambat membayar.
Kalau ada angka atau aturan yang belum dipahami, tanyakan terlebih dahulu melalui layanan pelanggan resmi.
Kamu tidak perlu terburu-buru menyetujui pinjaman sebelum memahami kewajiban pembayarannya.
Apa Saja Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Pertama Kali Pinjam Daring?
Saat baru pertama kali meminjam uang lewat aplikasi, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Kesalahan tersebut bukan hanya soal mengisi data, tetapi juga berkaitan dengan jumlah pinjaman, biaya, dan pihak yang menawarkan bantuan pengajuan.
1. Meminjam Uang Hanya untuk Meningkatkan Skor Kredit
Tidak perlu mengambil pinjaman yang sebenarnya tidak kamu butuhkan hanya karena ingin membangun skor kredit atau berharap mendapatkan limit lebih besar.
Jumlah limit yang diberikan aplikasi mengikuti hasil pemeriksaan dan kebijakan perusahaan.
Meminjam uang dalam jumlah kecil juga tidak menjamin limit berikutnya akan meningkat.
Karena itu, lebih baik ajukan pinjaman ketika memang ada kebutuhan yang sudah diperhitungkan.
2. Hanya Melihat Cicilan yang Kecil
Cicilan yang kecil belum tentu membuat total pembayaran menjadi lebih murah.
Misalnya, suatu pinjaman menawarkan pilihan cicilan selama 3 bulan atau 9 bulan.
Cicilan selama 9 bulan mungkin lebih kecil setiap bulannya, tetapi kamu perlu memeriksa apakah total bunga dan biaya yang dibayar menjadi lebih besar.
Jadi, selalu bandingkan jumlah cicilan, lama pembayaran, dan total uang yang harus dikembalikan.
3. Mengambil Pinjaman Baru untuk Membayar Utang Lama
Mengambil pinjaman baru hanya untuk menutup utang sebelumnya bisa membuat jumlah kewajiban semakin besar.
Apalagi jika pinjaman baru juga memiliki bunga dan biaya tambahan. Kebiasaan ini sering disebut gali lubang tutup lubang.
Sebelum menambah pinjaman, periksa dulu cicilan yang masih berjalan dan apakah penghasilanmu cukup untuk membayar kewajiban tersebut.
4. Menggunakan Jasa Joki yang Menjanjikan Pinjaman Instan
Saat mencari pinjaman lewat internet atau media sosial, kamu mungkin menemukan orang yang menawarkan bantuan agar pinjaman cepat disetujui.
Mereka sering disebut joki pinjaman daring.
Joki adalah pihak di luar layanan resmi yang menawarkan bantuan pengajuan, bahkan terkadang menjanjikan pinjaman pasti disetujui, limit besar, atau pencairan instan.
Kamu perlu berhati-hati karena tawaran tersebut bisa digunakan untuk meminta uang atau mengambil data pribadi.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Menjanjikan pinjaman pasti disetujui. Padahal, keputusan tetap ditentukan oleh perusahaan pinjaman.
- Meminta uang jasa di awal. Terutama jika pembayaran harus dikirim ke rekening pribadi yang tidak jelas.
- Mengaku bisa melewati pemeriksaan identitas. Jangan percaya pihak yang menawarkan jalan pintas di luar aplikasi resmi.
- Meminta KTP, foto wajah, OTP, atau PIN. Data tersebut berisiko disalahgunakan jika diberikan kepada orang yang tidak dikenal.
- Menawarkan penghapusan riwayat kredit. Jangan percaya klaim bahwa seseorang bisa menghapus catatan kredit secara sepihak.
Jika mengalami kesulitan saat mengajukan pinjaman, sebaiknya hubungi layanan pelanggan resmi perusahaan.
Tidak perlu menggunakan jasa joki untuk mendaftar atau mengikuti proses pengajuan pinjaman.
Baca Juga: Contoh Kasus Penipuan Pinjaman Online
5. Memberikan OTP atau Kata Sandi kepada Orang Lain
Kode OTP, PIN, dan kata sandi digunakan untuk melindungi akunmu.
Jangan berikan informasi tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas aplikasi pinjaman.
Jika ada pesan WhatsApp atau telepon yang mencurigakan, jangan langsung mengikuti instruksinya.
Periksa nomor dan identitas pengirim melalui website atau layanan pelanggan resmi perusahaan.
Selain itu, perhatikan izin akses yang diminta aplikasi. Sesuai ketentuan OJK untuk perusahaan pinjaman daring, akses perangkat yang diperkenankan meliputi kamera, lokasi, dan mikrofon.
Namun, izin akses tersebut bukan satu-satunya cara menentukan apakah aplikasi berizin. Tetap periksa status perusahaan melalui OJK.
Bagaimana Cara Mengatur Cicilan Setelah Pinjaman Diterima?
Setelah uang pinjaman masuk ke rekening, langkah berikutnya adalah menyiapkan pembayaran sesuai jadwal.
Supaya cicilan tidak terlewat, coba lakukan tiga hal berikut:
- Catat tanggal pembayaran. Simpan jadwal jatuh tempo di kalender atau buat pengingat melalui HP.
- Sisihkan uang untuk cicilan. Setelah menerima penghasilan, siapkan dana pembayaran sebelum digunakan untuk pengeluaran lain yang tidak mendesak.
- Gunakan uang sesuai kebutuhan awal. Hindari menggunakan dana pinjaman untuk pengeluaran tambahan yang sebelumnya tidak direncanakan.
Jika penghasilanmu tidak selalu sama setiap bulan, gunakan perkiraan penghasilan yang lebih rendah saat menyusun anggaran.
Dengan begitu, kamu bisa melihat apakah pembayaran cicilan masih memungkinkan ketika pemasukan berkurang.
Pertimbangkan Pinjaman Daring di Adapundi
Kalau kamu baru pertama kali ingin meminjam uang lewat aplikasi, pastikan sudah memahami persyaratan, jumlah pinjaman, biaya, dan cicilan sebelum mengajukan.
Adapundi merupakan aplikasi pinjaman daring legal berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adapundi menyediakan pinjaman tanpa agunan dengan fasilitas limit hingga Rp100 juta dan pilihan tenor sampai 12 bulan. Proses pengajuan sederhana, cukup dengan KTP dan nomer HP, setelah pinjaman disetujui, dana akan langsung masuk ke rekening.
Download aplikasi Adapundi di PlayStore dan AppStore sekarang, dan cek limitmu!
Sebelum menyetujui pinjaman, kamu dapat memeriksa jumlah uang yang akan diterima, bunga, biaya, cicilan, dan total pembayaran sesuai penawaran.
Referensi
Adapundi – Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY)
OJK – POJK Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi
OJK – SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2025 tentang Penyelenggaraan LPBBTI
Skorku – Waspada Joki Pinjaman Daring dan Cara Menghindarinya

