Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat agar Keuangan Lebih Ringan

Oleh Putri Soraya · 19 Agustus 2026 · 5 mnt baca

Dapatkan ringkasan:
Bagikan:
Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat agar Keuangan Lebih Ringan

Melunasi pinjaman sebelum tenor berakhir dapat menjadi pilihan ketika kamu memiliki dana lebih dan ingin menyelesaikan kewajiban lebih cepat. Namun, sebelum melakukannya, penting memahami cara perhitungan pelunasan kredit dipercepat agar kamu mengetahui jumlah yang perlu disiapkan.

Jumlah pelunasan lebih awal tidak sebaiknya dihitung hanya dengan mengalikan cicilan bulanan dengan sisa tenor. Ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan, seperti sisa pokok pendanaan, bunga atau biaya yang telah menjadi kewajiban, serta tagihan lain apabila memang tercantum dalam perjanjian.

Hal ini juga berlaku ketika kamu menggunakan layanan pinjaman daring. Setiap penyelenggara dapat memiliki mekanisme pembayaran dan ketentuan pelunasan yang berbeda.

Apa Itu Pelunasan Kredit Dipercepat?

Pelunasan kredit dipercepat adalah pembayaran seluruh kewajiban sebelum jangka waktu pinjaman berakhir.

Sebagai contoh, kamu memiliki pinjaman dengan tenor 12 bulan. Setelah membayar beberapa cicilan, kamu memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan seluruh sisa kewajiban sebelum cicilan ke-12.

Kondisi tersebut biasanya disebut sebagai pelunasan lebih awal atau pelunasan dipercepat.

Namun, istilah "kredit" perlu dibedakan berdasarkan produk keuangan yang digunakan.

Pada perbankan, istilah kredit umumnya digunakan untuk fasilitas pinjaman bank. Sementara dalam layanan pinjaman daring melalui Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), regulasi OJK menggunakan istilah Pendanaan,

Baca Juga: Butuh Pinjaman Darurat Langsung Cair? Cek Infonya Di Sini

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Perhitungan Pelunasan?

Sebelum menghitung atau mengajukan pelunasan lebih awal, ada beberapa komponen yang perlu diperiksa.

1. Sisa Pokok Pinjaman atau Pendanaan

Sisa pokok adalah bagian dana yang masih menjadi kewajiban setelah dikurangi pokok yang telah dibayarkan sebelumnya.

Sebagai ilustrasi sederhana:

Kamu menerima pendanaan sebesar Rp12.000.000 dan berdasarkan rincian pembayaran, pokok yang sudah dibayarkan sebesar Rp5.000.000.

Maka:

Sisa Pokok = Rp12.000.000 - Rp5.000.000

Sisa Pokok = Rp7.000.000

Namun, perhitungan tersebut hanya merupakan contoh untuk memahami konsep sisa pokok.

Untuk mengetahui jumlah aktual yang harus dibayar, sebaiknya gunakan nominal yang tercantum pada sistem atau aplikasi penyelenggara.

2. Bunga atau Manfaat Ekonomi yang Menjadi Kewajiban

Selain pokok pendanaan, pengguna perlu memperhatikan bunga dan komponen manfaat ekonomi lainnya sesuai perjanjian. BBeberapa komponen tertentu seperti denda keterlambatan, biaya tanda tangan elektronik tertentu, dan pajak diperlakukan terpisah dari batas maksimum manfaat ekonomi.

Karena itu, jangan mengasumsikan bahwa pelunasan lebih awal hanya terdiri atas sisa pokok. Lihat terlebih dahulu jumlah kewajiban yang tercantum dalam perjanjian dan rincian tagihan.

3. Denda Keterlambatan Jika Ada

Jika pembayaran sebelumnya mengalami keterlambatan, dapat terdapat kewajiban tambahan sesuai dengan perjanjian pendanaan yang berlaku.

Namun, jangan menggunakan persentase denda secara umum untuk menghitungnya.

Besaran yang perlu dibayarkan harus mengikuti informasi resmi yang tercantum dalam sistem atau perjanjian masing-masing produk.

4. Biaya Lain Sesuai Perjanjian

Produk pendanaan dapat memiliki struktur biaya yang berbeda.

Karena itu, kamu perlu membaca kembali informasi produk dan Perjanjian Pendanaan sebelum melakukan pelunasan lebih awal.

Jangan berasumsi semua pinjaman memiliki:

  • penalti pelunasan;
  • biaya provisi;
  • biaya administrasi penutupan;
  • biaya asuransi; atau
  • biaya lainnya.

Komponen tersebut hanya perlu diperhitungkan apabila memang berlaku pada produk dan tercantum dalam perjanjian.

Baca Juga: Dana Talangan Mendesak: Solusi Kebutuhan Darurat

Bagaimana Cara Menghitung Pelunasan Kredit Dipercepat?

Cara menghitung pelunasan kredit dipercepat perlu disesuaikan dengan jenis produk dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian. Karena itu, jumlah pelunasan tidak sebaiknya dihitung hanya dengan mengalikan cicilan bulanan dengan jumlah tenor yang masih tersisa.

Secara umum, beberapa komponen yang perlu diperhatikan meliputi:

  • sisa pokok pinjaman atau pendanaan;
  • bunga atau biaya yang sudah menjadi kewajiban;
  • denda keterlambatan apabila ada; dan
  • biaya lain yang memang tercantum dalam perjanjian.

Namun, komponen tersebut tidak selalu berlaku sama pada setiap produk. Bank, perusahaan pembiayaan, dan penyelenggara pinjaman daring dapat menggunakan mekanisme perhitungan yang berbeda.

1. Cek Sisa Pokok yang Masih Harus Dibayar

Langkah pertama adalah mengetahui jumlah pokok pinjaman yang belum dilunasi.

Sisa pokok tidak selalu sama dengan jumlah cicilan yang masih tersisa karena pembayaran cicilan dapat terdiri atas pokok, bunga, dan komponen biaya lain sesuai dengan skema produk.

Karena itu, gunakan informasi saldo atau rincian kewajiban yang diberikan oleh lembaga keuangan sebagai acuan.

2. Periksa Bunga atau Biaya yang Masih Menjadi Kewajiban

Selanjutnya, periksa apakah terdapat bunga atau biaya lain yang masih harus dibayarkan hingga tanggal pelunasan.

Besarnya dapat berbeda tergantung pada jenis pinjaman, metode perhitungan bunga, tenor, serta ketentuan dalam perjanjian.

Untuk pinjaman daring, struktur biaya dan manfaat ekonomi juga mengikuti ketentuan penyelenggara dan regulasi LPBBTI yang berlaku. Karena itu, jangan menggunakan rumus bunga dari kredit bank secara otomatis untuk menghitung pelunasan pinjaman daring.

3. Periksa Apakah Ada Denda atau Biaya Lain

Jika terdapat keterlambatan pembayaran sebelumnya, mungkin ada denda yang masih menjadi kewajiban.

Selain itu, beberapa produk dapat memiliki ketentuan biaya tertentu terkait pembayaran atau pelunasan. Namun, biaya tersebut hanya perlu diperhitungkan apabila memang tercantum dalam perjanjian.

Hindari menggunakan asumsi persentase penalti atau biaya tertentu apabila penyedia produk tidak menyatakannya secara resmi.

4. Bandingkan dengan Rincian Pelunasan dari Penyedia

Setelah memahami komponen kewajiban, langkah paling penting adalah membandingkannya dengan rincian pelunasan yang diberikan oleh penyedia layanan.

Rincian resmi tersebut menjadi acuan yang lebih tepat dibandingkan perhitungan manual karena sudah menyesuaikan dengan:

  • sisa kewajiban pengguna;
  • tanggal pembayaran;
  • struktur bunga atau biaya;
  • status pembayaran sebelumnya; dan
  • ketentuan dalam perjanjian.

5. Gunakan Informasi Resmi Sebelum Melakukan Pembayaran

Jika kamu menggunakan pinjaman daring, termasuk Adapundi, hindari menentukan sendiri jumlah pelunasan hanya berdasarkan rumus umum.

Untuk mengetahui jumlah kewajiban sebelum tenor berakhir, pengguna sebaiknya mengacu pada informasi yang tersedia dalam aplikasi, Perjanjian Pendanaan, atau kanal layanan resmi penyelenggara.

Baca Juga: Dana Talangan Pribadi Tanpa Jaminan Untuk Kebutuhanmu

Bagaimana Cara Perhitungan Kredit Dipercepat pada Pinjaman Daring?

Pinjaman daring memiliki mekanisme berbeda dengan kredit bank.

Dalam LPBBTI, Pendanaan diberikan berdasarkan hubungan antara Pemberi Dana dan Penerima Dana melalui penyelenggara. OJK mengatur penyelenggaraan LPBBTI melalui POJK Nomor 40 Tahun 2024.

Karena itu, cara perhitungan pelunasan kredit dipercepat pada KPR atau kredit kendaraan tidak dapat langsung diterapkan pada pinjaman daring.

Pada pinjaman daring, beberapa informasi yang perlu diperiksa antara lain:

  • jumlah pokok Pendanaan yang masih menjadi kewajiban;
  • bunga dan biaya sesuai produk;
  • kewajiban lain apabila ada;
  • tenor yang berlaku; dan
  • ketentuan dalam Perjanjian Pendanaan.

Gunakan informasi yang disediakan oleh masing-masing penyelenggara untuk mengetahui jumlah pembayaran yang sebenarnya.

Banner Adapundi.png

Kelola Kebutuhan Finansial Lebih Praktis Bersama Adapundi

Mengatur cicilan dan kebutuhan finansial memang membutuhkan perencanaan yang matang. Jika kamu membutuhkan solusi dana yang praktis untuk berbagai kebutuhan mendesak, Adapundi bisa menjadi pilihan yang membantu.

Adapundi menawarkan proses pengajuan pinjaman digital yang praktis dan mudah langsung melalui aplikasi. Proses pencairan juga cepat tanpa jaminan, sehingga cocok untuk membantu kebutuhan dana mendesak maupun pengelolaan kebutuhan finansial lainnya.

Melalui aplikasi Adapundi, kamu dapat mengatur kebutuhan dana secara lebih fleksibel tanpa proses yang rumit. Segera download aplikasi Adapundi sekarang dan temukan solusi finansial yang lebih praktis sesuai kebutuhanmu!

Referensi:

https://www.99.co/id/panduan/cara-perhitungan-pelunasan-kpr-dipercepat/

https://kumparan.com/berita-bisnis/5-cara-perhitungan-pelunasan-kredit-dipercepat-yang-perlu-dipelajari-debitur-20FOZ0chGcM