Apa Itu TWP90 dalam Pinjaman Daring? Ini Penjelasan dan Dampaknya


Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Universitas Udayana, Bali, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa dan UMKM terhadap layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.
TWP90 adalah singkatan dari Tingkat Wanprestasi 90 Hari. Istilah ini umum digunakan untuk menggambarkan tingkat pendanaan yang mengalami wanprestasi atau keterlambatan pembayaran lebih dari 90 hari sejak jatuh tempo.
Dalam konteks pinjaman daring atau LPBBTI, TWP90 sering dikaitkan dengan kualitas pendanaan pada suatu platform. Semakin tinggi angka keterlambatan di atas 90 hari, semakin besar pula risiko pendanaan bermasalah yang perlu diperhatikan.
Bagi Penerima Dana, memahami TWP90 dapat membantu meningkatkan kesadaran bahwa setiap pinjaman memiliki kewajiban pembayaran. Bagi Pemberi Dana, informasi kualitas pendanaan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memahami risiko penyaluran dana.
Mengutip OJK, TWP90 (Tingkat Wanprestasi 90 Hari) adalah metrik resmi dalam ekosistem P2P (peer-to-peer) lending yang mengukur proporsi pinjaman yang mengalami keterlambatan pembayaran lebih dari 90 hari sejak jatuh tempo.
Artinya, jika semakin banyak debitur gagal bayar lebih dari 90 hari setelah jatuh tempo, maka akan memperburuk kualitas portofolio platform tersebut.
OJK juga menggunakan istilah TWP90 dalam statistik dan roadmap industri LPBBTI/fintech lending untuk menggambarkan kualitas risiko pendanaan, termasuk menyebut TWP90 sebagai 90-days default rate atau tingkat wanprestasi 90 hari.
Namun, penting dipahami bahwa TWP90 bukan skor kredit individu dan bukan jaminan bahwa pengajuan seseorang pasti disetujui atau ditolak. TWP90 lebih tepat dipahami sebagai salah satu indikator kualitas portofolio pendanaan pada platform pinjaman daring.
Baca juga: Pinjaman Belum Lunas Pinjam Lagi: Apakah Bisa?
TWP90 bekerja dengan melihat pendanaan yang mengalami keterlambatan pembayaran lebih dari 90 hari. Semakin besar nilai pendanaan yang masuk kategori macet dibandingkan total pendanaan yang masih berjalan, semakin tinggi pula rasio pendanaan macet pada platform.
Secara sederhana, perhitungannya dapat dipahami seperti ini:
Rasio pendanaan macet = pendanaan wanprestasi di atas 90 hari dibandingkan total outstanding pendanaan.
Contoh sederhananya, jika suatu platform memiliki total outstanding pendanaan Rp10 miliar dan pendanaan yang terlambat lebih dari 90 hari sebesar Rp300 juta, maka rasio pendanaan macetnya adalah 3%.
Angka ini menjadi salah satu indikator kualitas portofolio pendanaan. Namun, angka tersebut tetap perlu dibaca bersama informasi lain, seperti jenis pendanaan, profil Penerima Dana, kebijakan mitigasi risiko, dan kinerja pembayaran secara keseluruhan.
TWP90 penting dipahami karena berkaitan dengan risiko gagal bayar dalam ekosistem pinjaman daring. Indikator ini tidak hanya relevan bagi platform, tetapi juga bagi Pemberi Dana dan Penerima Dana.
TWP90 membantu menggambarkan kualitas pendanaan pada suatu platform. Jika tingkat pendanaan macet tinggi, platform perlu memperkuat proses analisis risiko, penagihan, dan pengelolaan portofolio.
Bagi Pemberi Dana, kualitas pendanaan dapat menjadi salah satu informasi untuk memahami risiko. Pendanaan dalam LPBBTI tetap memiliki risiko, sehingga Pemberi Dana perlu membaca informasi platform secara menyeluruh sebelum menyalurkan dana.
Bagi Penerima Dana, angka TWP90 menjadi pengingat bahwa keterlambatan pembayaran memiliki konsekuensi. Jika kewajiban tidak dibayar tepat waktu, kualitas pendanaan dapat memburuk dan menimbulkan risiko denda, penagihan, serta catatan pembayaran yang kurang baik.
Baca juga: Cara Mengajukan Pinjaman Online yang Aman dan Cepat Cair di Indonesia
TWP90 bukan faktor tunggal yang menentukan apakah pengajuan pinjaman seseorang akan disetujui atau ditolak. TWP90 lebih berkaitan dengan kualitas pendanaan pada tingkat platform.
Namun, jika platform memiliki risiko pendanaan yang meningkat, penyelenggara dapat memperkuat proses analisis risiko. Dalam proses pengajuan, platform tetap akan menilai berbagai faktor seperti:
Dengan demikian, pengajuan pinjaman tetap harus dilakukan secara jujur, sesuai kebutuhan, dan berdasarkan kemampuan bayar.
Selain TWP90, ada juga istilah TKB90 atau Tingkat Keberhasilan Bayar 90 Hari. Keduanya sering muncul dalam pembahasan pinjaman daring, tetapi memiliki arti yang berbeda.
Secara umum, TWP90 berfokus pada tingkat wanprestasi, sedangkan TKB90 berfokus pada keberhasilan pembayaran. Keduanya dapat membantu masyarakat memahami kualitas pembayaran dalam ekosistem pinjaman daring.
Memahami TWP90 membantu kamu melihat bahwa pinjaman bukan hanya soal mendapatkan dana, tetapi juga soal tanggung jawab membayar kembali sesuai perjanjian.
Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu mengevaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh. Hitung pemasukan, pengeluaran tetap, cicilan yang sedang berjalan, serta kemampuan membayar cicilan baru tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Adapundi merupakan platform pinjaman daring berizin dan diawasi OJK yang menyediakan proses pengajuan secara online.
Dengan tenor yang fleksibel dan jumlah pinjaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, Adapundi memudahkan kamu untuk merencanakan cicilan secara realistis sejak awal. Download aplikasi Adapundi sekarang dan ajukan pinjaman yang sesuai dengan kemampuan bayarmu!
Referensi: