Adapundi menggelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan menyalurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro sebagai komitmen inklusivitas sosial.
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2.

Ramadan sering menjadi momen yang hangat dan penuh kebersamaan. Namun tanpa disadari, kebiasaan kecil seperti jajan takjil setiap hari atau buka bersama bisa membuat pengeluaran membengkak. Tenang, kamu bisa coba tips hemat saat ramadhan ini agar kondisi finansial tetap stabil hingga setelah Hari Raya.
Artikel ini akan membahas langkah praktis yang relevan dengan kondisi sehari hari, termasuk tips hemat saat puasa yang bisa langsung diterapkan. Apa saja? Yuk simak bersama informasinya di bawah ini.
Setiap orang memiliki pola pengeluaran yang berbeda. Namun secara umum, ada beberapa kebiasaan yang sering membuat pengeluaran meningkat selama Ramadan. Supaya kamu bisa mengelola keuangan dengan lebih terarah, berikut langkah yang bisa mulai diterapkan:
Anggaran khusus Ramadan membantu kamu melihat gambaran pengeluaran secara jelas. Kamu bisa mulai dengan mencatat kebutuhan utama seperti bahan makanan, zakat, transportasi, dan dana sosial.
Dengan membuat anggaran, kamu jadi lebih sadar saat ingin mengeluarkan uang di luar rencana. Cara ini sederhana, tetapi dampaknya cukup terasa karena kamu punya batas pengeluaran yang jelas sejak awal bulan.
Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi sekaligus. Kamu bisa membedakan mana kebutuhan utama dan mana yang sifatnya pelengkap.
Contohnya, kebutuhan bahan makanan pokok tentu lebih penting dibandingkan membeli camilan berlebihan. Dengan menentukan prioritas, kamu bisa tetap memenuhi kebutuhan utama tanpa mengganggu kondisi keuangan secara keseluruhan.
Godaan membeli takjil memang cukup besar, apalagi jika banyak pilihan menarik. Namun jika dilakukan setiap hari, pengeluaran kecil ini bisa menjadi besar di akhir bulan.
Sesekali membeli makanan berbuka tidak masalah. Namun akan lebih hemat jika kamu lebih sering menyiapkan menu buka puasa sendiri di rumah. Selain lebih terkontrol secara biaya, kamu juga bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan.
Buka bersama adalah tradisi yang menyenangkan. Namun terlalu sering mengikuti acara ini bisa membuat pengeluaran makan di luar jadi meningkat.
Kamu bisa tetap menjaga hubungan sosial dengan memilih beberapa acara yang benar benar penting. Cara ini membantu kamu tetap bersosialisasi tanpa harus mengorbankan kondisi finansial.
Belanja tanpa daftar sering membuat banyak orang membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Selama Ramadan, kebiasaan ini bisa semakin sering terjadi.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (dilansir dari Mega Syariah), kebutuhan pokok memang cenderung mengalami kenaikan menjelang dan selama Ramadan. Peningkatan permintaan terhadap bahan pangan seperti beras, minyak goreng, daging, gula, hingga cabai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga.
Sebelum belanja, obalah membuat daftar kebutuan mingguan. Jadi, kamu bisa menghindari pembelian impulsif yang bisa mengganggu anggaran.
Tak bisa dimungkiri, adanya promo memang membantu menghemat pengeluaran. Namun tetap perlu digunakan secara bijak. Jangan membeli sesuatu hanya karena sedang ada potongan harga.
Pastikan barang tersebut memang kamu butuhkan. Dengan begitu, promo benar benar membantu efisiensi pengeluaran, bukan justru menambah pengeluaran baru.
Selama Ramadan, kebutuhan mendadak tetap bisa muncul. Misalnya kebutuhan keluarga atau biaya kesehatan.
Menyisihkan dana cadangan sejak awal membantu kamu tetap tenang saat menghadapi kondisi tidak terduga. Ini juga menjadi bagian penting dari tips hemat saat puasa yang sering diabaikan.
Bulan Ramadan sering identik dengan peningkatan aktivitas sosial dan konsumsi. Banyak keluarga mengalokasikan dana tambahan untuk kebutuhan ibadah, makanan, hingga persiapan Hari Raya.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa membuat pengeluaran lebih besar dibandingkan bulan biasa. Dampaknya bukan hanya terasa saat Ramadan, tetapi juga setelahnya, terutama jika kamu sudah memiliki rencana keuangan lain seperti tabungan atau cicilan rutin.
Selain itu, mengelola keuangan dengan baik selama Ramadan juga membantu kamu tetap fokus menjalani ibadah tanpa tekanan finansial. Kamu bisa lebih tenang karena kebutuhan utama sudah terencana sejak awal.
Meskipun sudah membuat perencanaan, kebutuhan mendadak tetap bisa terjadi. Misalnya ada kebutuhan keluarga, biaya perjalanan mendadak, atau kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa ditunda.
Dalam kondisi seperti ini, penting untuk memilih solusi keuangan yang jelas prosesnya, transparan, dan sesuai kebutuhan. Pastikan kamu memahami informasi layanan secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan. Mulai dari limit pembiayaan, tenor, hingga kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi.
Menggunakan solusi keuangan secara bijak bisa membantu menjaga stabilitas kondisi finansial tanpa mengganggu rencana keuangan jangka panjang.
Itu dia tips hemat saat ramadhan yang bisa kamu terapkan. Mengelola keuangan selama Ramadan bukan berarti harus mengurangi makna kebersamaan atau kenyamanan menjalani ibadah. Justru dengan perencanaan yang baik, kamu bisa menjalani Ramadan dengan lebih tenang karena kondisi finansial tetap terkendali.
Jika suatu saat kamu membutuhkan solusi tambahan untuk mengatur kebutuhan finansial secara terencana, kamu bisa percayakan pada Adapundi yang menyediakan layanan pinjaman uang dengan proses pengajuan mudah dan aman.
Di Adapundi, kamu bisa cek limit pembiayaan sesuai kebutuhan dan melanjutkan proses secara bertahap sesuai kenyamanan. Tak perlu khawatir, Adapundi telah terdaftar dan diatur secara resmi sesuai standar yang berlaku.
Selain itu, kamu bisa buat Ramadan jadi lebih seru dengan berbagai program Adapundi diantaranya:
Tunggu apalagi? Cek Instagram Resminya dan Unduh Aplikasi Adapundi sekarang juga. Rencanakan perayaan hari raya dengan maksimal!
Sumber: