
Ketika kondisi keuangan berubah dan cicilan mulai terasa berat, sebagian peminjam akan mencari cara untuk memperoleh keringanan pembayaran. Salah satu langkah yang mungkin dipertimbangkan adalah restrukturisasi utang atau penyesuaian kembali ketentuan pembayaran pinjaman.
Namun, kebutuhan terhadap keringanan pembayaran juga sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Mereka menghubungi peminjam, mengaku sebagai petugas Adapundi atau pihak yang bekerja sama dengan Adapundi, lalu menawarkan bantuan restrukturisasi, pemutihan, penghapusan tagihan, atau potongan pembayaran.
Apa Itu Restrukturisasi Utang?
Restrukturisasi utang adalah proses penyesuaian ulang terhadap ketentuan pinjaman yang sudah berjalan. Penyesuaian ini bisa mencakup perubahan tenor, jumlah cicilan, suku bunga, hingga skema pembayaran.
Dalam praktiknya, setiap restrukturisasi bukan merupakan fasilitas yang diberikan secara otomatis kepada setiap debitur, permohonan restrukturisasi akan diproses sesuai kebijakan internal perusahaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada pihak ketiga yang dapat menjamin persetujuan restrukturisasi.
Baca Juga: Dana Talangan Mendesak: Solusi Kebutuhan Darurat
Hati-Hati dengan Penipuan Restrukturisasi Utang Adapundi!
Salah satu praktik penipuan pinjaman yang mengatasnamakan Adapundi adalah terkait dengan tawaran restrukturisasi. Penipuan restrukturisasi biasanya menyasar peminjam yang sedang cemas karena mengalami kesulitan pembayaran. Pelaku memanfaatkan kondisi tersebut untuk membuat korbannya terburu-buru mengambil keputusan. Modus ini biasanya ditawarkan oleh oknum yang mengaku sebagai CS Adapundi, atau juga pihak ketiga yang mengaku bisa melakukan restrukturisasi utang Adapundi.
Pelaku kemudian menawarkan bantuan seperti:
- Penghapusan seluruh tagihan.
- Pemutihan utang secara instan.
- Potongan pembayaran dalam jumlah besar.
- Penghapusan denda tanpa proses evaluasi.
- Perubahan status pinjaman menjadi lunas.
- Penghentian penagihan secara permanen.
- Restrukturisasi khusus dengan batas waktu sangat singkat.
- Bantuan memperbaiki data atau riwayat kredit.
- Penerbitan surat lunas setelah membayar sejumlah uang.
Jangan langsung mempercayai penawaran tersebut. Setiap informasi mengenai pinjaman dan penyelesaian kewajiban harus dikonfirmasi langsung kepada Adapundi melalui saluran resminya.
Jika kamu menemukan hal ini, hati-hati itu bisa jadi penipuan. Segala hal yang berkaitan dengan pinjaman Adapundi hanya melalui saluran resmi yang ada di website, atau kamu juga bisa menghubungi CS resmi Adapundi.
Berikut ini bagaimana cara menghubungi CS Adapundi:
- Email CS: cs@adapundi.com
- WA Adapundi: 0811-50860666
- Call center Adapundi: (021)50860666
- Live chat di Aplikasi
](https://adapundi.onelink.me/cN17/em5uj56b)
Ciri-Ciri Penipuan Restrukturisasi yang Perlu Diwaspadai
Berikut beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa penawaran restrukturisasi tersebut patut dicurigai.
1. Menghubungi dari Nomor atau Akun yang Tidak Dikenal
Pelaku bisa menggunakan nomor telepon pribadi, akun WhatsApp tanpa identitas yang jelas, akun media sosial baru, atau alamat email yang menyerupai nama perusahaan. Nama dan foto profil dapat dibuat dengan mudah. Karena itu, jangan menjadikan tampilan akun sebagai satu-satunya bukti bahwa pihak tersebut benar-benar berasal dari Adapundi.
2. Menawarkan Penghapusan Utang Secara Instan
Waspadai pihak yang menjanjikan bahwa seluruh kewajiban dapat langsung dihapus tanpa proses evaluasi dan tanpa konfirmasi resmi dari pemberi pinjaman. Restrukturisasi tidak sama dengan penghapusan utang. Setiap perubahan kewajiban harus melalui proses dan persetujuan yang jelas.
3. Meminta Biaya Administrasi di Muka
Pelaku dapat meminta korban mentransfer biaya pendaftaran, biaya pembukaan program, uang jaminan, biaya verifikasi, atau biaya penerbitan surat lunas sebelum restrukturisasi diproses. Jangan melakukan pembayaran hanya berdasarkan instruksi dari pihak yang belum terverifikasi.
4. Mengarahkan Pembayaran ke Rekening Pribadi
Berhati-hatilah apabila kamu diminta melakukan pembayaran ke rekening atas nama individu, dompet digital pribadi, atau metode pembayaran yang berbeda dari saluran resmi. Sebelum membayar, konfirmasikan tujuan dan metode pembayaran kepada CS resmi Adapundi.
5. Meminta Data Rahasia
Jangan memberikan kata sandi, PIN, kode OTP, kode verifikasi, atau akses ke akun dan perangkatmu kepada siapa pun. Kode OTP bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada pihak lain, termasuk kepada orang yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan.
6. Mendesak Korban agar Segera Membayar
Pelaku sering menciptakan tekanan dengan mengatakan bahwa program hanya berlaku beberapa menit, akun akan diblokir, data akan langsung disebarkan, atau kesempatan restrukturisasi akan dibatalkan apabila korban tidak segera membayar. Tekanan seperti ini bertujuan agar korban tidak memiliki waktu untuk melakukan verifikasi.
7. Melarang Korban Menghubungi CS Resmi
Waspadai pihak yang meminta kamu merahasiakan penawaran atau melarangmu menghubungi Adapundi dengan alasan proses akan gagal.
Pihak yang benar seharusnya tidak keberatan apabila informasi tersebut diverifikasi melalui kanal resmi.
8. Mengirimkan Tautan atau Dokumen yang Mencurigakan
Pelaku mungkin mengirimkan tautan menuju situs, formulir, atau halaman pembayaran yang menggunakan nama dan logo Adapundi. Jangan membuka tautan atau mengisi data pribadi sebelum memastikan bahwa alamat dan sumbernya benar-benar resmi.
9. Mengaku sebagai Pihak Ketiga yang Bisa Menjamin Persetujuan
Tidak ada pihak yang seharusnya dapat menjamin bahwa pengajuan restrukturisasi pasti disetujui. Keputusan tetap bergantung pada kebijakan perusahaan dan hasil evaluasi terhadap akun masing-masing peminjam.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mendapat Tawaran Mencurigakan?
Apabila menerima pesan atau telepon mengenai restrukturisasi yang mengatasnamakan Adapundi, lakukan langkah berikut:
- Jangan langsung mengikuti instruksi pelaku.
- Jangan mengirimkan uang atau membayar biaya apa pun.
- Jangan memberikan OTP, PIN, kata sandi, atau data pribadi.
- Catat nomor telepon, nama akun, alamat email, dan isi penawaran.
- Ambil tangkapan layar sebagai bukti.
- Hubungi CS resmi Adapundi untuk melakukan verifikasi.
- Blokir nomor atau akun tersebut setelah bukti disimpan.
- Laporkan kepada pihak berwenang apabila terdapat kerugian atau penyalahgunaan data.
Semakin cepat penawaran tersebut diverifikasi, semakin kecil risiko kamu menjadi korban.
Referensi:
