
Banyak orang tahu berapa gaji pokoknya, tapi tidak tahu berapa yang sebenarnya diterima setiap bulan. Padahal, angka yang masuk ke rekening itulah yang menjadi dasar dari seluruh perencanaan keuangan. Kalau kamu belum tahu cara hitung gaji bersih, artikel ini membantu kamu memahaminya dari awal secara praktis.
Apa Itu Gaji Bersih?
Gaji bersih atau take home pay adalah jumlah uang yang benar-benar kamu terima setelah semua potongan diproses. Berbeda dengan gaji pokok yang merupakan kompensasi dasar sesuai perjanjian kerja, dan gaji kotor yang mencakup gaji pokok ditambah seluruh tunjangan sebelum dipotong apapun.
Alasan nominal yang diterima bisa berbeda dari gaji pokok adalah karena adanya potongan wajib seperti iuran BPJS dan pajak penghasilan, ditambah potongan lain yang mungkin berlaku di perusahaan. Komponen yang memengaruhi gaji bersih mencakup tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, iuran BPJS Kesehatan, iuran BPJS Ketenagakerjaan, PPh 21, dan potongan lainnya jika ada.
Baca juga: 7 Cara Pembagian Gaji Bulanan dengan Cerdas
Komponen yang Memengaruhi Perhitungan Gaji Bersih
Besarnya gaji bersih ditentukan oleh beberapa komponen pendapatan dan potongan. Semakin lengkap memahami komponen tersebut, semakin mudah menghitung penghasilan yang benar-benar diterima. Ada tiga kelompok utama yang perlu kamu pahami:
1. Gaji Pokok dan Tunjangan
Gaji pokok adalah dasar perhitungan penghasilan yang disepakati sejak awal kontrak kerja. Di atasnya, karyawan biasanya menerima tunjangan tetap seperti tunjangan jabatan atau tunjangan transportasi yang nilainya tidak berubah setiap bulan.
Ada juga tunjangan tidak tetap yang nilainya menyesuaikan kondisi, seperti tunjangan kehadiran atau uang makan harian. Bonus bersifat situasional dan tidak selalu masuk dalam perhitungan bulanan, tapi tetap memengaruhi total penghasilan di bulan tertentu.
2. Iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan
BPJS adalah program jaminan sosial yang iurannya dibagi antara perusahaan dan karyawan. Bagian yang ditanggung karyawan inilah yang dipotong langsung dari gaji setiap bulan. Untuk BPJS Kesehatan, iuran karyawan sebesar 1% dari gaji pokok.
Untuk BPJS Ketenagakerjaan, terdiri dari beberapa program seperti Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 2% dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar 1% yang ditanggung karyawan. Potongan ini bersifat wajib dan langsung tercantum di slip gaji.
3. Pajak Penghasilan (PPh 21)
Pajak penghasilan atau PPh 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan karyawan dan dipotong langsung oleh perusahaan sebelum gaji diterima. Tidak semua karyawan dikenakan pajak ini karena ada batas penghasilan minimum yang ditetapkan pemerintah. Besarnya pajak dipengaruhi oleh total penghasilan kena pajak, status pernikahan, jumlah tanggungan, dan tarif pajak yang berlaku sesuai lapisan penghasilan.
Cara Menghitung Gaji Bersih
Menghitung gaji bersih sebenarnya cukup sederhana jika seluruh komponen pendapatan dan potongan telah diketahui.
Rumus sederhana:
Gaji Bersih = Gaji Pokok + Tunjangan − Iuran BPJS − Pajak Penghasilan − Potongan Lainnya
Langkah-langkahnya:
- Hitung total gaji pokok dan seluruh tunjangan yang diterima
- Kurangi dengan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagian karyawan
- Kurangi pajak penghasilan jika penghasilan kamu melebihi batas PTKP
- Kurangi potongan lain seperti cicilan koperasi atau pinjaman perusahaan jika ada
- Hasil akhirnya adalah gaji bersih atau take home pay yang masuk ke rekeningmu
Contoh Hitung Gaji Bersih Karyawan
Contoh berikut membantu memahami bagaimana proses menghitung gaji bersih dilakukan dalam praktik.
| Komponen | Nominal |
|---|---|
| Gaji pokok | Rp6.000.000 |
| Tunjangan transportasi | Rp500.000 |
| Tunjangan makan | Rp400.000 |
| Total gaji kotor | Rp6.900.000 |
| Potongan BPJS Kesehatan (1%) | Rp60.000 |
| Potongan BPJS JHT (2%) | Rp120.000 |
| Potongan BPJS JP (1%) | Rp60.000 |
| Potongan PPh 21 (estimasi) | Rp150.000 |
| Total potongan | Rp390.000 |
| Gaji bersih (take home pay) | Rp6.510.000 |
Angka PPh 21 bersifat estimasi karena perhitungannya bergantung pada status PTKP dan lapisan penghasilan kena pajak masing-masing karyawan.
Baca juga: 9 Cara Mengatur Keuangan Gaji 2 Juta
Apa Itu Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)?
Tidak semua karyawan wajib membayar pajak penghasilan. Pemerintah menetapkan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebagai dasar untuk menentukan apakah seseorang dikenakan PPh atau tidak:
- PTKP adalah batas penghasilan tahunan yang tidak dikenai pajak, ditetapkan pemerintah dan berlaku untuk semua wajib pajak orang pribadi
- Fungsinya adalah memastikan karyawan dengan penghasilan di bawah batas tertentu tidak terbebani pajak
- Besaran PTKP dipengaruhi oleh status pernikahan dan jumlah tanggungan: karyawan lajang memiliki PTKP berbeda dengan yang sudah menikah dan memiliki anak
- Penghasilan kena pajak dihitung dari penghasilan bruto setahun dikurangi PTKP, dan dari sinilah tarif PPh diterapkan
- Mengetahui status PTKP kamu penting agar tidak salah menghitung estimasi pajak yang akan dipotong setiap bulan
Manfaat Menggunakan Kalkulator Gaji
Saat ini tersedia berbagai kalkulator gaji yang dapat membantu memperkirakan besarnya gaji bersih secara lebih cepat. Meski demikian, hasilnya tetap perlu disesuaikan dengan komponen penghasilan dan kebijakan perusahaan masing-masing.
- Menghitung gaji bersih lebih cepat tanpa perlu menghitung manual satu per satu
- Memperkirakan potongan pajak berdasarkan status PTKP dan total penghasilan
- Menghitung iuran BPJS secara otomatis berdasarkan gaji pokok yang dimasukkan
- Membantu menyusun anggaran bulanan berdasarkan take home pay yang lebih akurat
- Memudahkan perbandingan saat mempertimbangkan tawaran pekerjaan baru
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Gaji Bersih
Kesalahan dalam menghitung gaji dapat menyebabkan perencanaan keuangan menjadi kurang akurat. Pastikan seluruh komponen penghasilan dan potongan sudah diperhitungkan dengan benar:
- Menganggap gaji pokok sebagai gaji bersih tanpa memperhitungkan tunjangan dan potongan
- Tidak memasukkan iuran BPJS ke dalam perhitungan potongan bulanan
- Mengabaikan pajak penghasilan karena merasa penghasilan belum cukup besar
- Tidak memperhitungkan potongan lain seperti cicilan koperasi atau kasbon
- Salah memahami status PTKP sehingga estimasi pajak meleset
- Tidak mengecek rincian pada slip gaji padahal di sana semua komponen tercantum lengkap
Tips Mengelola Gaji Bersih agar Lebih Optimal
Setelah mengetahui besarnya gaji bersih yang diterima, langkah berikutnya adalah mengelolanya dengan bijak agar seluruh kebutuhan dan tujuan keuangan dapat tercapai:
- Buat anggaran bulanan berdasarkan angka gaji bersih, bukan gaji pokok
- Prioritaskan kebutuhan pokok sebelum mengalokasikan untuk kebutuhan lain
- Sisihkan dana darurat di awal bulan sebelum uang terpakai untuk keperluan lain
- Alokasikan sebagian untuk tabungan atau investasi sesuai tujuan keuangan jangka panjang
- Hindari pengeluaran konsumtif yang tidak masuk dalam anggaran
- Evaluasi kondisi keuangan secara berkala untuk memastikan anggaran masih relevan
Baca juga: Berapa Maksimal Cicilan dari Gaji? Ini Cara Hitungnya
Rencanakan Keuangan Lebih Bijak Bersama Adapundi
Gaji bersih adalah fondasi dari semua keputusan keuangan kamu, dari menentukan batas belanja, memilih tenor cicilan yang aman, sampai merencanakan tabungan jangka panjang. Kalau angka dasarnya sudah benar, sisa perencanaannya jadi jauh lebih mudah.
Namun, ada kalanya kebutuhan penting datang di luar jadwal meski anggaran sudah disusun sebaik apapun. Jika kamu membutuhkan tambahan dana, Adapundi hadir sebagai layanan pinjaman daring yang telah berizin dan diawasi OJK. Pengajuan dilakukan sepenuhnya lewat aplikasi dengan modal KTP dan nomor HP aktif, tanpa perlu jaminan aset.
Limit tersedia hingga Rp100 juta dengan pilihan tenor fleksibel sampai 12 bulan yang bisa disesuaikan dengan take home pay kamu setiap bulan. Seluruh rincian biaya, bunga, dan jadwal cicilan ditampilkan secara terbuka sebelum kamu menyetujui pengajuan, sehingga tidak ada komponen biaya yang tersembunyi.
Download aplikasi Adapundi di Play Store atau App Store, cek limit yang tersedia, dan ajukan sesuai kebutuhan.
Sumber:
https://www.paycheckcity.com/calculator

